Pin It

19 December 2015

Terpentalnya Para Jenderal Mungkinkah Terkait Peristiwa 27 Juli?

Pasca kerusuhan 27 Juli lalu, beberapa perwira tinggi ABRI
dimutasikan. Salah satunya adalah Kasum ABRI Letjem. Soeyono. Pria
lulusan Akademi Militer Nasional (AMN) 1965 digeser dua hari menjelang
peringatan hari proklamasi. Sialnya, ia baru saja mendapat kecelakaan saat
naik Harley di Gorontalo, Sulawesi Utara. Sang pengganti, Letjen. Tarub,
masih rekan seangkatannya sewaktu di AMN.

        Digantinya Soeyono cukup menghentak perhatian publik. Pasalnya,
lelaki kelahiran 1943 ini dianggap orang yang paling dekat dengan Presiden
Soeharto. Ia pernah menjadi ajudan pribadi Soeharto, ia juga menantu
Menteri Urusan Peranan Wanita Mien Sugandhie.




        Tapi beberapa orang menilai Soeyono diganti karena ia dianggap
tidak mendukung operasi perebutan DPP PDI 27 Juli. Ini terbukti ketika
Soeyono menhadiri rapat Bakorstranas beberapa hari setelah kerusuhan Sabtu
Berdarah. Kala itu ia bertemu dengan Kapolri Letjen. Dibyo Widodo. Lantas
ia menanyakan perihal pergantian dirinya. "Apa yang dik Dibyo dengar?",
tanya Soeyono. Seperti dilaporkan TIRAS, Pak Polisi itu menjawab, "Bapak
(presiden) marah. Mas Yono dianggap tidak mendukung operasi".

        Merasa tidak percaya, keesokan harinya Soeyono pergi ke Cendana.
Di sana ia bertemu dengan presiden yang sedang latihan golf di halaman
rumahnya. Dalam pembicaraan dengan Soeyono, Soeharto sama sekali tidak
menyinggung persoalan operasi tersebut. Tapi pembicaraan itu berlangsung
singkat, Soeharto kemudian meninggalkan Soeyono sendirian di halaman.
Menurut seorang ahli budaya Jawa, biasanya orang Jawa jika marah tidak
langsung dikeluarkan. Tapi bisa dilihat dari caranya bicara. "Masa ada
tamu kok ditinggal", ujarnya.

        Soeyono juga dianggap tidak memahami perkembangan. Ketika
ramai-ramai demonstrasi menentang perlakuan militer di Ujung Pandang yang
menyebabkan tiga mahasiswa tewas, Soeyono dengan enteng mengatakan, "Saya
bisa bawa tank ke kampus." Ucapannya ini kabarnya cukup membuat kelabakan
pihak ABRI sendiri yang sedang disorot oleh masyarakat.

        Pergantian ini sendiri tidak mencerminkan adanya regenerasi.
Karena penggantinya Letjen. Tarub sama-sama angkatan AMN 1965. Bahkan ia
lebih tua setahun dibanding Soeyono yang kini berusia 53 tahun. Ini
mengingatkan kita ketika pergantian KSAD tempo hari. Jend. Hartono yang
lulusan AMN 62 mengantikan Wismoyo yang tak lain lulusan AMN 63. "The old
replaced the young," ujar seorang pengamat.

        Soeyono mengibaratkan pergantian dirinya dengan sebutan "Killing
The Sitting Duck Game" (membunuh bebek yang lumpuh).

        Tapi Tarub sendiri bukanlah orang sembarangan di lingkungan ABRI.
Ia pernah menjabat Danjen Kopassus. Pengalaman teritorial pernah ia pegang
ketika ia menjadi Pangdam VIII Trikora Irian Jaya. Isyu bahwa ia akan
dijadikan dubes di Papua Nugini tidak terbukti. Bahkan Soeyono sekarang
santer akan 'di-dubes-kan' ke Amerika menggantikan Arifin M Siregar. Tapi
konon Soeyono menolak tawaran itu. "Saya tidak bisa jadi Duta Besar", urai
sumber KdP menirukan ucapan Soeyono.

        Ibarat rangkaian gerbong kereta api, jika yang depan dicopot tentu
yang di belakang ikut maju. Demikian juga mutasi di ABRI. Setelah Soeyono
diganti keruan beberapa pos juga mengalami penyegaran.

        Paling tidak sekarang ada tiga Pangdam baru. Mereka adalah Mayjen
Soesilo Bambang Yoedoyono yang kini menjabat Pangdam II Sriwijaya. Pria
lulusan terbaik Akabri 73 ini menggantikan Mayjen. Karyono alumnus AMN 65.
Sebelumnya ia pernah menjadi Kasdam Jaya berdampingan dengan Mayjen.
Sutiyoso. Naiknya Soesilo menurut seorang pengamat selain karena
kepandaiannya, juga karena ia mempunyai hubungan dekat dengan Danjen
Kopassus Mayjen. Prabowo yang sekarang mempunyai pengaruh besar dalam
menentukan jabatan di lingkungan ABRI.

        Kodam VIII Trikora Irian sekarang juga dipegang orang baru yang
lama. Maksudnya Mayjen. Jony Lumintang alumnus Akabri 70 sebelumnya
adalah Kasdam sewaktu Mayjen. Dunidja menjadi pangdamnya. Dunidja kini
memasuki masa pensiun mengingat usianya sekarang sudah mencapai 54 tahun.
Sehingga tidak memungkinkan bagi lulusan AMN 66 ini untuk bertugas lagi.
Naiknya Johny tidak banyak mengagetkan karena ia dianggap telah mengenal
medan Irian dibanding Brigjen. Luhut Panjaitan yang rencananya akan
menggantikan Dunidja.

        Tapi sebenarnya Johny tidak begitu cocok dengan Prabowo. Konflik
diam-diam antara orang Trikora dengan orang Kopassus dimulai ketika
berlangsung operasi pembebasan 13 sandera belum lama ini. Beberapa orang
Trikora merasa kesal lantaran Kopassus terlalu banyak campur tangan dalam
urusan di wilayah teritorial Irian. Pantas saja ketika kembali terjadi
penculikan terhadap 12 pekerja PT. Djayanti, Mayjen. Johny pagi-pagi sudah
menyatakan kepada wartawan, "Kami tidak butuh pasukan tambahan".

        Orang lama yang kembali bersinar adalah Mayjen. Agum Gumelar.
Mantan staf ahli politik Pangab ini belum lama dilantik menjadi Pangdam
VII Wirabuana menggantikan Mayjen. Sulatin. Agum yang lulusan AMN 68 ini
sekarang baru berusia 50 tahun. Ini berarti jika tak ada aral melintang
bintang tiga dipundaknya dapat diraih.

        Naiknya Agum ke posisi Pangdam membuat puyeng beberapa pengamat.
Dosa Agum membiarkan Mega naik menjadi Ketua Umum PDI dikira beberapa
orang adalah dosa yang tak terampuni. Menurut sumber KdP, naiknya Agum ke
pos bergengsi lantaran ia telah meminta maaf ke Jend. Hartono --salah satu
anggota Dewan Pertimbangan (Wantim) ABRI-- atas 'kesalahannya' di masa
lalu.

        Mayjen Sulatin (AMN 65) yang digantikan Agum dianggap mempunyai
dosa yang cukup berat. Ia dianggap tidak dapat mengendalikan demonstrasi
mahasiswa menuntut diturunkannya ongkos pete-pete. Sehingga tiga nyawa
melayang lantaran penanganan yang berlebihan. Sulatin kini bersiap-siap
untuk pensiun karena usianya yang telah mendekati 55 tahun.

        Kenaikan pangkat di lingkuangan ABRI yang telah banyak diduga oleh
publik adalah pada posisi Danjen Kopassus. Sesuai rencana pangkat Mayor
Jenderal kini telah resmi disandang oleh Prabowo. Alumnus Akabri 74 ini
merupakan orang pertama di angkatannya yang memikul dua bintang. Padahal
menurut sumber KdP prestasi militernya biasa-biasa saja.

        Tapi posisi Danjen tidak akan lama dipegang oleh Prabowo. Setelah
Kopassus selesai ia akan dipromosikan menjadi Pangdam. Kabar yang beredar
sebelum pemilu 1997 ia akan menggantikan Mayjen. Soetiyoso menjadi Pangdam
Jaya. KSAD Hartono sendiri menandaskan bahwa Prabowo harus mempunyai
pengalaman teritorial baru bisa dibilang lengkap prestasinya.

        Prabowo besama-sama dengan KSAD Jend. Hartono dan Pangdam IV
Mayjen. Soebagio HS disebut-sebut sebagai orang yang mempunyai pengaruh
dalam menentukan kepangkatan perwira tinggi di lingkungan ABRI. "Tapi
penentunya tetap Pangti ABRI", tegas sumber KdP.

        Pergantian juga terjadi di tubuh intelijen. Ka. BIA (Badan
Intelijen ABRI) Mayjen. Syamsir Siregar (AMN 1965) digantikan oleh
Mayjen. Farid Zaenudin yang lulusan AMN 67. Sebelumnya Farid memangku
jabatan Asisten Pengamanan (Aspam) KSAD. KSAD Hartono ketika ditemui
wartawan saat pembukaan Latihan Gabungan (Latgab) ABRI di Halim mengiyakan
tentang pergantian itu. Sedangkan posisi Aspam KSAD akan diserahkan ke
Brigjen. Zacky Anwar Makarim. Zacky yang merupakan adik pengacara termahal
di Indonesia Nono Anwar Makarim, sebelumnya adalah Direktur A BIA.

        Posisi ajudan presiden adalah pos yang sangat strategis dalam
menentukan karir seseorang. Beberapa ajudan akhirnya memegang posisi
kunci. Catat saja mantan Kasum ABRI Letjen.Soeyono, mantan Kapolri Jend.
Koenarto, Pangdam Diponegoro Mayjen. Soebagio HS, dan masih banyak lagi.
Contohnya Brigjen. Syafrie Samsudin kini dipercaya sebagai Kasdam Jaya
mendampingi Mayjen. Soetiyoso. Ia pernah menjadi ajudan presiden saat
Presiden melawat ke Bosnia tahun lalu. Suami Etty Sudiyanti ini adalah
teman satu angkatan Prabowo. Keakrabannya dengan Prabowo sudah berlangsung
sejak masih sama-sama di Akabri.

        Selain beberapa perwira di atas masih ada yang akan mengalami
kenaikan pangkat. Desas desus menyebutkan mantan Pangdam Jaya yang kini
menjabat Direktur Komando Pendidikan dan Latihan (Kodiklat) Mayjen.
Hendropriyono juga akan tambah bintang di pundaknya. Tapi Hendro tak akan
meningglkan posnya. Ini tidak lain lantaran Kodiklat akan dipimpin oleh
seorang Letnan Jenderal seperti Lemhanas.

        Pangkostrad Letjen. Wiranto juga dikabarkan akan menduduki jabatan
Wakil KSAD. Wiranto akan menggantikan FX. Sudjasmin yang usianya telah
memasuki masa pensiun. Lulusan AMN 68 ini dianggap mempunyai loyalitas
yang tinggi. Sehingga pantas jika Direktur Latgab ABRI 1996 kini dia
pegang. Pria kelahiran 1946 ini juga dianggap berhasil dalam melaksanakan
Gerakan Disiplin Nasional di Jakarta.

        Rotasi besar-besaran di tubuh ABRI khususnya Angkatan Darat ini
tidak lain disebabkan karena Soeharto butuh ABRI yang solid. Sehingga
konsolidasi mau tidak mau harus dilakukan. Dengan resiko tentu ada yang
jatuh.


----------------------------------------------------------------
Jabatan Nama Pangkat Lulusan Usia
----------------------------------------------------------------

Pangab Feisal Tanjung Jenderal AMN 1961 57
KSAD Hartono Jenderal AMN 1962 54
Kasum Tarub Letjen AMN 1965 54
Kasospol Syarwan Hamid Letjen AMN 1966 53
Gub Lemhanas Sosian Effendi Letjen AMN 1965 53
Wakasad FX. Soedjasmin Letjen AMN 1964 54
Pangkostrad Wiranto Letjen AMN 1968 50
Asrenum Pangab Tamlicha Ali Mayjen AMN 1965 54
Aster Kasum Arie J Kumaat Mayjen AMN 1966 53
Aspers Kasum Andi Djalal B Mayjen AMN 1965 53
Asintel Kasum Yusuf Kertanegara Mayjen AMN 1966 53
Aslog Kasum Bambang Soembodo Mayjen AMN 1965 53
Ka BIA Farid Zaenudin Mayjen AMN 1967 51
Assospol Suwarno Adiwidjojo Mayjen AMN 1966 54
Asyawan S. Sugiardjo Mayjen AMN 1964 54
Irjenad Muzani Syukur Mayjen AMN 1965 53
Asops KSAD Mahmud Rasyid Mayjen AMN 1965 53
Aspam KSAD Zacky A Makarim Mayjen Akabri 1970 50
Aster KSAD Suparman Mayjen AMN 1967 52
Aslog KSAD Abdul Muis Mayjen AMN 1965 53
Aspers KSAD Muchlis Anwar Mayjen AMN 1965 53
Asrena KSAD Achfas Mukti Mayjen AMN 1965 53
Dan Sesko ABRI Yunus Yosfiah Mayjen AMN 1965 53
Dan Seskoad Arifin Tarigan Mayjen AMN 1965 53
Dan Kodiklat Hendro Priyono Mayjen AMN 1967 52
Dan Pusterad Adang Ruchiatna Mayjen AMN 1967 52
Danjen Akabri Purwantono Mayjen AMN 1965 53
Gub Akmil Ilyas Yusuf Mayjen AMN 1965 53
Danjen Kopassus Prabowo Mayjen Akabri 1974 44

Pangdam I/Bukit Barisan : Sedaryanto Mayjen AMN 1966 53
Pangdam II/Sriwijaya : S.B. Yudhoyono Mayjen Akabri 1973 47
Pangdam III/Siliwangi : Tayo Tarmadi Mayjen AMN 1966 53
Pangdam IV/Diponegoro : Soebagio HS Mayjen Akabri 1970 50
Pangdam V/Brawijaya : Imam Oetomo Mayjen AMN 1965 53
Pangdam VI/Tanjung Pura : Namoeri Anoem Mayjen AMN 1965 53
Pangdam VII/Wirabuana : Agum Gumelar Mayjen AMN 1968 50
Pangdam VIII/Trikora : Johny LumintangMayjen Akabri 1970 49
Pangdam IX/Udayana : Abdul Rivai Mayjen AMN 1965 53
Pangdam Jaya : Soetiyoso Mayjen AMN 1968 52

   +---------------------------------------------------+
   | Kabar dari PIJAR Information Service |
   | Published by: PIJAR Indonesia
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »

1 comments:

AJOQQ menyediakan 8 permainan yang terdiri dari :
Poker,Domino99 ,BandarQ,BandarPoker,Capsa,AduQ,Sakong,Bandar66 ( NEW GAME )
Ayo segera bergabung bersama kami di AJOQQ :)
Bonus : Rollingan 0.3% dan Referral 20% :)

Terima Kasih

Follow by Email